Wakil Bupati Langkat Ngaku Tidak Kenal Buyung

MEDAN | DNA - Kejaksaan Tinggi Sumut kembali melakukan pengembangan dan pemeriksaan saksi terkait kasus tindak pidana korupsi Dana APBD Langkat 2000-2007 yang merugikan negara sebesar Rp 98.7 miliar. Kali ini, saksi yang diperiksa Wakil Bupati Pemkab Langkat, Budiono yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Langkat 1999-2004, Jumat (25/03/2011) Medan.

Wakil Bupati Langkat Budiono usai diperiksa diruang Aspidsus mengatakan, dirinya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi  Berkas Tersangka Buyung Ritonga yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana APBD Langkat yang merugikan negara sebesar Rp 98.7 miliar.

"Sebenarnya saya bingung atas pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik pidsus kejati sumut karena dalam kasus Buyung saya tidak terlibat sama sekali," kata Budiono.

Dijelaskannya, jangankan terlibat kasus, mengenal Buyung Ritonga saja tidak . ia memang pernah diperiksa oleh KPK terkait Panthergade dan semuanya sudah dikembalikan termasuk uang Rp 20 juta, tapi kenapa tetap diperiksa oleh Kejati. "Saya tidak mengetahui masalah kebocoran kas APBD Langkat," Jelas Budiono.

Sementara itu, Kasi Penyidikan Kejati sumut Jufri SH mengatakan hari ini ada tiga orang yang dilakukan pemeriksaan dalam kasus tersangka Buyung Ritonga yaitu Wakil Bupati Budiono, Abdullah, Ghazali Syam yang semuanya mantan anggota DPRD Langkat periode 2000-2004.

Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas tersangka Buyung Ritonga karena menurut tersangka Buyung dana APBD tersebut mengalir kepada anggota dewan, makanya mereka diperiksa, ujar Jufri.
"Anggota Dewan menerima dana APBD Langkat dalam bentuk barang yaitu mobil isuzu panther. Untuk penambahan tersangka dalam kasus ini bisa saja terjadi tergantung hasil pengembangan nantinya," Kata Jufri.


Reporter | Ichsan

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi