Buntut Keracunan Minuman, PW Al Washliyah Sumut Minta Izin Minuman Merek 'SJ' Dicabut

MEDAN | DNA - Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara menyayangkan dan menyesalkan atas peristiwa keracunan yang menimpa 30 murid SD Al Washliyah Gang Santun, Kelurahan Tegal Sari III Kecamatan Medan Area, Rabu (23/2/2011) setelah mengonsumsi minuman ringan kemasan botol merek SJ saat jam istirahat belajar.

"PW Al Washliyah mendesak BBPOM Medan dan Dinas Kesehatan Medan serta instansi terkait untuk segera mengusut peristiwa itu secara tuntas," tegas Sekretaris PW Al Washliyah Sumut, Drs H Yulizar Parlagutan Lubis MPsi didampingi Wakil Sekretaris H Isma Padli Ardya Pulungan SAg SH di sekretariat PW Al Washliyah Jalan SM Raja Medan,  Kamis (24/2/2011).

Isma menambahkan, BBPOM Medan dan Dinas Kesehatan Medan segera memberikan rekomendasi kepada pihak yang berwenang untuk mencabut izin pengelola minuman ringan kemasan botol merek SJ tersebut.

"Jangan hanya sekadar membuat teguran saja, tapi langsung kepada efek jera. Bila perlu tangkap produsennya karena telah mengancam keselamatan yakni nyawa anak-anak kami," tukas Isma yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Sumut ini.

Isma juga mendesak agar pabrik pengelola minuman kemasan botol tersebut segera ditutup.Bahkan dia mengultimatum agar BBPOM dan Dinas Kesehatan Medan jangan mengeruk keuntungan dari kasus yang menimpa keluarga Al Washliyah.

"BBPOM dan Dinas Kesehatan Medan harus transparan mengumumkan hasil laboratorium dan jangan sebagai 'komoditas saku' saja," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para siswa tersebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman ringan kemasan botol merek SJ saat jam istirahat belajar, Rabu. 30 siswa Sekolah Dasar (SD) Swasta Al Washliyah itu dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Badrul Aini yang berlokasi tidak terlalu jauh  dari sekolah tersebut.

Tim medis RSIA Badrul Aini dr Nur Zamzam Aldy, SPA mengatakan, awalnya siswa yang mendatangi hanya satu atau dua orang dengan keluhan merasa mual. Namun jumlahnya semakin banyak dengan keluhan yang sama. "Mungkin 10 orang lebih," katanya.

Menurut dr Nur Zamzam, hampir siswa SD Swasta Al Washliyah yang diobati itu mengalami muntah-muntah ketika akan mendapatkan perawatan.

Ketika dipertanyakan penyebabnya, keseluruhannya mengakui telah mengonsumsi minuman ringan kemasan yang diperjualbelikan di lingkungan tempat belajar."Mereka bilang, jenis minumannya seperti sirup," katanya.

Berdasarkan diagnosis sementara, pihaknya menilai sebagian siswa SD Swasta Al Washliyah yang keracunan minuman itu tidak mengalami kondisi yang terlalu parah.

Untuk menghilangkan pengaruh keracunan itu, pihaknya melakukan upaya pemompaan lambung agar minuman tersebut dapat keluar dari perut siswa-siswa SD tersebut. Sedangkan untuk siswa yang kondisinya dinilai lemah, pihaknya memberikan infus. "Tetapi tidak semuanya diinfus," katanya.

Ketika dipertanyakan tentang kemungkinan rawat inap, dr Nur Zamzam menyebutkan upaya tersebut tergantung dari kondisi kesehatan para siswa SD tersebut. "Kalau terus gak bangun, mungkin (dirawat inap)," katanya.

Salah satu siswi SD Swasta Al Washliyah yang mengaku bernama Elvira mengatakan, mereka merasa seperti mau pingsan setelah mengonsumsi minuman ringan kemasan itu. Ia juga mengaku ada siswa yang tiba-tiba muntah setelah mengonsumsi minuman ringan kemasan tersebut.

Sementara Kabid Farmasi Jaminan dan Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan Medan drg Johana yang ke lokasi mengaku sudah menyerahkan sampel minuman ke BBPOM untuk diperiksa.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt mengaku, mereka sudah mengambil sampel minuman kemasan merek'Super Juice' yang diproduksi PT Super Star dengan Izin Depkes RI SP No 30/11.20/90.

Menurutnya, BPOM masih melakukan pengecekan dan melakukan investigasi. Mereka berjanji akan memeriksa terlebih dahulu apakah ada atau tidak mengandung bahan berbahaya atau karena proses pengolahannya. Bahkan, sampel yang dikonsumsi para korban juga diperiksa.

Reporter |  R SYam/re

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi