Kerusakan Jalan Jala Marelan Akibat Buruknya Drainase dan Truk Lebihi Tonase

MARELAN | DNA - Kerusakan Jalan Jala Marelan diperkirakan akibat belum adanya drainase ditambah lagi maraknya lalintas truk lebihi tonase sehingga setiap hujan genangan air sulit mengalir.

Warga yang tinggal di Lingkungan III Kebun Rambung Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Marelan yang mayoritas etnis Thionghoa merindukan adanya pengaspalan Jalan Jala sepanjang 200 meter.

Bengkau (56) selaku tokoh masyarakat etnis Thionghoa melalui DNAberita Senin (21/02/2011) menilai, meski Negara kita sudah 65 tahun merdeka namun selama 30 tahun lamanya kerusakan Jalan Jala Kebun Rambung Tak tersentuh adanya pembangunan serta pengaspalan jalan dari Dinas PU Kota Medan.

Padahal hampir setiap harinya, truk serta pengguna jalan terpaksa melintasi kerusakan badan Jalan Jala yang saat ini kondisi badan jalan sudah kupak kapik apalagi usai hujan kondisi jalan mirip kubangan kerbau.

Bengkau dan warga lainnya juga memprotes sejumlah truk-truk angkutan bungkil bahan pengolah CPO yang bebas melintas tanpa ada kepeduliannya untuk segera perbaiki kerusakan badan jalan.

"Bagaimana jalan ini tak cepat hancur, sebab di kanan kiri badan jalan hingga kini tak ada paritnya, sehingga sehabis hujan turun air tergenang sulit kering," kata Bengkau lagi sembari menunjukkan lokasi genangan air di badan jalan itu.

Ratusan warga di kawasan Jalan Jala Kebun Rambung berharap pada Walikota Medan yang saat ini dipimpin Drs Rahudman Harahap agar menempati janjinya katanya di tahun 2011 ini takkan ada lagi jalan yang rusak dan berlobang, janji itu hingga kini masih tetap kami ingat, ujar Bengkau.


Reporter | Agusleo

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi