Pemimpin Harus Teladani Sifat Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw

BATANG KUIS I DNA - Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, menurut sebahagian orang mungkin hanya tersirat sebagai seremonial belaka, namun tidak halnya dengan para pemimpin di lingkungan Kecamatan Batang Kuis, yang berharap agar momen ini menjadi media introspeksi kebijakan bagi kaum pemimpin.

Demikian diungkapkan Camat Batang Kuis T.Muhammad Zaki Aufa, S.Sos., dalam pidato sambutannya, pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1432 H di halaman Kantor Camat Batang Kuis, Selasa (15/02/2011). Dikatakan Zaki Aufa, bahwa semasa hidup Rasulullah Saw, pernah memimpin umat dalam jabatannya sebagai Gubernur bahkan presiden, dan selama itu pula tidak ada sifat atau kebijaksanaannya yang tercela.

"Maka, dalam momen ini saya berharap kita sebagai pemimpin, baik dalam lingkungan pemerintah, dan keluarga hendaknya menaladani sifat dan kebijaksanaan Rasul,"ucapnya di hadapan para undangan, yang terdiri para unsur Muspika, Kepala Desa dan perangkatnya, serta tokoh
masyarakat.

Seiring denga itu, penegasan tentang keteladani Nabi Muhammad Saw juga diungkapkan Ust.Ngateman Azis, Spd., Dikatakannya, sebagai seorang pemimpin Rasul selalu mendahulukan kepentingan umatnya serta melindungi mereka, terbuti pada satu ketika Allah Swt, melalui wahyunya memerintahkan Nabi berhijrah karena satu kondisi pergolakan ekonomi di Mekkah.

Pada saat itu pula Nabi menjalankan perintah itu, namun demi keselamatan umatnya, Muhammad Saw memerintahkan umatnya untuk terlebih dahulu berhijrah agar tidak turut diserang para kafir quraisy, karena yang diinginkan kaum kafir itu hanya kematian Nabi.

"Betapa mulainnya sifat kepemimpinan Rasulullah, semoga kita yang sedang menjalankan amanah sebagai pemimpin hendaknya meneladani itu,"ucap Ust.Ngateman. Dalam Islam, keteladanan pemimpin juga dapat dilihat aplikasinya dalam kehidupan beragama yang dijalani sehari-hari.

Seperti hanya sholat, dimana imam harus memiliki kewibawaan, selain juga harus berpengetahuan. Namun, kodrat manusia yang tidak luput dari kesalahan diatur pula etikanya dalam Islam, agar makmum menegur imam yang lupa mengerjakan rukun sholat, bukan justru mengikuti kesalahan
itu.

"Banyak keteladanan pemimpin yang sudah diwariskan Rasul melalui ajaran-ajaran peribadatan maupun pergaulan Islam yang terkadang kita lupa mengkajinya, padahal itu sangat bermakna,"tambahnya lagi.

Reporter | Khairunnisya

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi