Pasca Tragedi Temanggung, Ribuan Siswa di Medan Gelar Aksi Doa Bersama

MEDAN | DNA - Pasca aksi perusakan terhadap 3 gereja dalam kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah Selasa kemarin, 1000 siswa sebuah yayasan perguruan Katolik di Medan menggelar aksi keprihatinan dengan doa bersama, Rabu (09/02/2011).

Ribuan siswa yang terdiri dari murid SD, pelajar SMP dan siswa SLB A Yayasan Seri Amal St Ignatius di Jalan Karya Wisata ini berharap, tragedi anarkis tidak meluas dan sebaiknya menjadi pelajaran bagi para pengambil kebijakan di negara ini.

Tidak hanya siswa yang beragama Nasrani, siswa beragama Islam juga memanjatkan doa meminta agar isu SARA tidak lagi mengancam keselamatan bangsa, bahkan hingga memakan korban jiwa.

Doa bersama ini dilakukan saat istrirahat jam belajar. Di tengah lapangan sekolah yang berlokasi di kawasan Medan Johor ini, para siswa berbaris melingkar. Seorang guru memimpin nyanyian koor para siswa yang mengikuti dengan khidmat. Kemudian secara bergantian, empat orang siswa mewakili kelasnya dan agamanya memimpin doa dan pujian.

Melalui aksi ini, para siswa ingin menunjukkan keprihatinan mereka terhadap sejumlah kerusuhan yang terjadi beruntun di tanah air. Puncaknya adalah kerusuhan berbau SARA yang menyebabkan tiga gereja di Temanggung Jawa Tengah rusak dihancurkan.s

Sandro Tampubolon (13) siswa SMP St Ignatius kepada wartawan mengatakan, sangat sedih ketika menonton di televisi kejadian perusakan dan bahkan terbunuhnya 3 orang warga karena isu SARA yang diprovokasi oleh orang tak bertanggungjawab.

"Terutama saya sangat bersedih dengan apa yang saya dengar berita ini saya hanya inbgin berpesan kepada semua saling menghormati dan terus menjaga kedamaian," tukas Sandro.

Sementara itu Kepsek SMP St Ignatius Medan mengatakan, aksi doa bersama sebagai rasa keprihatinan seluruh unsur di sekolah yang menginginkan adanya kedamaian dan keadilan bagi semua.

"Semoga doa bisa menyatukan perdamaian yang ada di bangsa ini. Sebagai lembaga pendidikan berpikir kepedulian dari kami terhadap semua elemen bangsa dan sikap kami terhadap gejolak yang dihadapi negara ini," ujarnya.

 

Reporter | Agusleo

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi