Persoalan Tenaga Kerja Dibutuhkan Penanganan Intensif

MEDAN | DNA -  Sampai saat ini masalah tenaga kerja masih menjadi hal yang sangat membutuhkan pemikiran dan penanganan yang lebih intensif. Mengingat persoalan-persoalan ketenagakerjaan cukup rumit dan kompleks, antara lain ketersediaan lapangan kerja masih sangat tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang setiap tahun angkanya terus meningkat tajam.

Hal ini dikatakan Walikota Medan, Rahudman Harahap,pada upacara bulan keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3)  Nasional tingkat Kota Medan 2011.

lapangan Merdeka Medan. Hadir dalam upacara tersebut Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin, Sekda Medan, Syaiful Bahri Lubis,unsur Muspida Kota Medan, pimpinan PT Jamsostek Cab Medan, dan sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Dikatakannya, selain itu tingkat pendidikan angkatan kerja yang tersedia masih rendah, sehingga tidak dapat merebut lapangan kerja yang terbatas dan membutuhkan skill, serta sebagian para tenaga kerja yang telah mendapat lapangan kerja belum dapat memperoleh upah yang tinggi, mengingat para pengusaha juga belum dapat memberikan upah yang layak.

Disamping kurang terjaminnya keselamatan dan kesehatan kerja karena memang para pengusaha juga belum mampu memberikan upah dan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja yang proporsional, mengingat usaha yang di kelolahnya belum dapat berjalan sebagai mana diharapkan. "Persoalan ini menjadi masalah krusial yang belum dapat
dipecahkan secara tuntas,karena kondisi prekonomian kita belum pulih seperti sedia kala setelah diterjang badai krisis yang berkepanjangan, " ungkap Rahudman.

Menurutnya, persoalan ini telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kota Medan, sehingga salah satu fokus pembangunan Kota Medan dalam mewujudkan visinya yaitu Kota Medan menjadi kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahterah adalah program pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran. "Program ini akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, lewat peningkatan akselerasi pertumbuhan ekonomi, menciptakan iklim dunia usaha yang lebih kondusif, meningkatkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta meningkatkan pemberdayaan UMKM dan mengembangkan koperasi dan lainnya sebagainya," paparnya.

Dia berharap kepada instansi terkait, para pengusaha, para pekerja serta seluruh elemen masyarakat agar supaya mendukung program pembangunan Kota Medan di dalam memacu visi misinya, khususnya kepada para pengusaha agar dapat mematuhi semua ketentuan yang berkaitan dengan dunia usaha dan penggunaan tenaga kerja, dan kepada pera tenaga kerja agar dapat mematuhi ketentuan dalam lingkungan kerjanya.

"Perlu terciptanya suatu hubungan kerja yang harmonis antara para pekerja dengan pengusaha, karena hal ini sangat diperlukan dalam menciptakan iklim usaha yang nyaman dan kondusif, " ungkap Rahudman.

Upacara ini ditandai dengan penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja dari PT Jamsostek Cab Medan kepada ahli waris almarhum Maruli Hutagalung pekerja PT Multi Mas Nabati Asahan yang meninggfal di area kerja sebesar Rp 668.415.420, penyerahan bantuan pendidikan bagi siswa tidak mampu yang berprestasi kepada 150 siswa tingkat SD.SMP, SMA/SMK masing-masing Rp 1 juta, penyerahan fasilitas umum berupa meja dan tenda jualan kepada 60 orang pedagang Pasar Hindu, dan penyerahan motor gerobak sampah sebanyak 10 unit kepada Pemko Medan.

Reporter | R Syam

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi