Pemuktahiran Data Penduduk Kota Medan Tuntas,
Lebih 40.000 Dihapus Karena Meninggal Dunia

MEDAN | DNA -  Proses pemutakhiran data penduduk di Kota Medan 2010 sudah tuntas dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dari jumlah itu,lebih dari 40.000 jiwa data penduduk dihapus.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcpil) Kota Medan, Sutan Radja Hutagalung menjelaskan, seluruh proses pemutakhiran data, mulai dari pembagian formulir, pengembalian, hingga entry data penduduk terbaru sudah selesai dikerjakan. "Dari proses itu, setidaknya terdapat lebih dari 40.000 data penduduk Medan yang dihapus, karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia," ujarnya kepada wartawan, Rabu, (22/12/2010), di Medan.

Data yang harus dihapus ini diketahui dari formulir isian petugas pencocokan dan penelitian (coklit) yang langsung turun ke seluruh kepala keluarga (KK) di Kota Medan. Setelah hasil coklit itu dimasukkan dalam database penduduk Medan, jumlah warga yang sudah meninggal pun diperoleh. "Penghapusan ini otomatis dilakukan,setelah ada penjelasan dari KK dimaksud. Namun, meskipun 40.000 data itu dihapus, jumlah penduduk Medan masih di sekitar angka 2,7 juta jiwa," sebutnya.

Dia memaparkan, dalam proses pemutakhiran data penduduk, pihaknya menemukan kesulitan saat mendata penduduk yang mandah atau pindah ke luar daerah.Kata dia,untuk menghapus data penduduknya dari databaseKota Medan harus ada surat resmi. "Tapi pada kenyataannya, banyak yang pindah begitu saja tanpa pemberitahuan, jadi datanya berpeluang ganda, ada di dua daerah," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, sebelum KTP elektronik dikeluarkan, data penduduk yang dimutakhirkan ini masih akan di-screeninglagi oleh Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan Kemendagri. "Jadi pemerintah pusat yang mengecek ulang.Kalau misalnya ditemukan data si A di Medan dan di Deliserdang, maka Kemendagri yang akan menghapus data di salah satu daerah itu," sebutnya.

Sutan Radja yang juga Mantan Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar ini juga menuturkan, dari semua proses itu, pihaknya tinggal menunggu surat perintah dari Kemendagri untuk mencetak surat pemberitahuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke masyarakat. Pemberitahuan NIK ini harus dilakukan, sebagai syarat untuk pencetakan KTP elektronik. "Jadi diharapkan KTP elektronik bisa diterapkan di Medan pada 2011.Anggaran untuk itu sudah disiapkan pemerintah pusat," ucap Radja Hutagalung.

Reporter | R syan


0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi