Ricuh Pelelangan Ikan Tangkapan Trawl Malaysia Ditunda,Pedagang Ikan Kecewa

BELAWAN | DNA - Akibat tak transparan hingga terjadi kericuhan saat mau digelarnya kegiatan pelelangan ikan hasil tangkapan dari 6 kapal trawl Malaysia Jumat sore (10/12/2010), akhirnya terpaksa ditunda bahkan ikan yang terlanjur dibongkar terpaksa dibawa kembali kedalam palka kapal.

Dari amatan DNAberita, kericuhan yang terjadi sempat mengundang hadirnya petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan bahkan ketua HNSI Medan Zulfachri Siagian yang hadir tak mampu membuat kegiatan lelang ikan berlangsung mulus.

Hingga diputuskan acara pelelangan terpaksa ditunda sampai batas waktu yang masih dirahasiakan pihak P2SDKP Belawan bahkan sampai kini pihak P2SDKP belum dapat merinci besaran jumlah ikan hasil tangkapan dari 6 kapal ikan trawl Malaysia tersebut.

Panusunan Aritonang (57) yang mewakili sejumlah pedagang ikan yang berhadir mengaku kecewa dengan sikap pemilik gudang Sarwo yang melarang pelelangan dengan alas an ricuh, padahal bila pedagang diberikan waktu bergilir serta diatur takkan rebut.

"Pengusaha gudang ini terkesan ingin memonopoli ikan hasil tangkapan dari trawl Malaysia itu makanya kami dituding ricuh padahal tidak demikian sebab kemarin bias berjalan lancer difasilitasi ketua HNSI Medan," ungkapnya.

Terus terang kami kecewa dengan tindakan pemilik gudang ini, seharusnya sesuai aturan pelelangan ikan harus transparan dan diberi kesempatan bagi pedagang untuk membeli ikan tersebut jangan malah terkesan dimonopoli. Harap pedagang ikan tersebut.
 
Sebelumnya, ketua bidang nelayan DPD GENEPDARA Sumut Nazaruddin Ismail mengingatkan, agar sistem pelelangan ikannya harus transparan serta terbuka untuk umum jangan malah dimonopoli seorang pengusaha tertentu saja, sebab itu sudah melanggar aturan pelelangan bahkan diharapkan sejumlah barang bukti kapal baik berupa pukat, alat komunikasi, blong serta BBM berikut mesin kapal agar diinvetarisir atau didata dengan baik jangan ada pengelapan barang bukti, ungkapnya.
 
Diakui, sangat disambut baik adanya kinerja pihak DKP dalam memberantas praktik illegal fishing atau pencurian ikan dalam wilayah perairan Indonesia dengan mengunakan alat tangkap trawl alias pukat harimau, setelah 3 kapal ditangkap menyusul sebanyak 6 kapal berawak 28 ABK warga Thailand ditangkap kapal patroli Hiu Macan milik Departemen Kelautan Perikanan (DKP) 001 di sekitar perairan ZEE Selat Malaka.

Keenam kapal Malaysia itu masing-masing, KM. PKFB 212 GT 56,78 jumlah ABK sebanyak 4 orang warga negara Thailand, KM PKF 939 GT.65,18 ABK 5 orang warga Thailand, KM PKFA 87 26 GT 95,99 jumlah ABK 4 orang warga Thailand, KM PKFB 1108 GT 52,20 ABK 5 orang warga Thailand, KM. PKFB 1223 GT 66,06 ABK 5 orang warga Thailand dan KM.PKFB 1268 GT 82184 ABK 5 orang warga Thailand dan sebelumnya ditangkap 3 kapal ikan yang sama berpraktek (illegal Fishing ) tanpa didukung izin dari Pemerintah RI  ditangkap kapal patroli milik DKP bernama Hiu Macan yang dikapteni Samson.

Ketiga kapal ikan asing yang berawak sekitar 9 orang Anak Buah Kapal (ABK) warga Thailand itu masing-masing, PKFB 1336, PKFB 1262 keduanya GT 31,16 dan PKFB 1483 bernomor GT 97,5.

Reporter | Agusleo

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi