Tak Selamanya Botol Bekas Jadi Sampah

MEDAN | DNA - Tak selamanya botol bekas minuman air mineral dan suplemen menjadi permasalaha utama dalam pengelolaan daur ulangnya, bahkan selama ini bekas botol minuman selalu dibuang sembarang sehingga menimbulkan sampah-sampah plastik di kawasan kota Medan.

Meski menjadi dilema dalam persoalan dampak lingkungan dengan botol bekas minuma mineral ini menjadi berkah oleh Amrin Siregar dan keluarga. Botol-botol yang dibuang ini disulap menjadi aneka hiasan dinding, meja dan sampai kepada lampu hias.

Alhasil, barang bekas itupun menjadi penghasilan tambahan bagi Amrin dan keluarga.Bermodalkan botol minuman bekas, lem, abu gosok, pisau dan gunting semua pernak-pernik botol minuman bekas ini diubah menjadi hiasan.

Tercetusnya ide ini, bermula dari banyak botol minuman mineral ini dijalan, lalu Amrin mengambil botol-botol bekas, selanjutnya mengolahnya menjadi aneka hiasan. Tujuan utama semula bagaimana memanfaatkan botol bekas ini bisa bernilai dan tidak menjadi limbah bagi lingkungan.

Karena menurut, Amrin masalah limbah plastic adalah persoalan utama dalam lingkungan sehingga dirinya hanya bermiat mengurangi limbah sampah plastik dan mengolahnya dalam bentuk lain.

Dari hasil gunting-gunting dalam pengelolaan botol bekas ini, Amrin ayah empat anak dan satu cucu ini yang berdomisili dikawasan Jalan Setia Budi Medan ini mendapatkan penghasilan tambahan keluarga.

Untuk seharinya, dari hasil penjualan bisa bervariasi bisa Rp 50 hingga Rp 500 ribu, karena hiasan dan lampu hias ini mereka jual dari harga Rp 5000 hingga 50 ribu tergantung dari kesulitan dalam pengerjaanya.

Reporter | Aa Chaniago

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi