Kasus Penembakan Jukir
Mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Cuma Kena Teguran

MEDAN | DNA-Terkait kasus penembakan petugas juru parkir (Jukir), mantanKepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsekta Medan Kota yang kini menjabat Kasubag Personalia Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Adenan Pandibu akhirnya cuma dikenakan sanksi disiplin teguran secara tertulis.

Sementara sebelumnya kedua anggotanya yakni, Brigadir Aulia kena sanksipenjara serta penundaan kenaikan pangkat dan Aiptu Chairul Yani, petugasjuru periksa (juper) yang menangani kasus Zainal dihukum penundaan gaji berkala selama setahun dan teguran tertulis.

Informasi diperoleh DNAberita, Sabtu (30/10) di Kepolisian menyebutkan,keputusan hasil sidang kode etik terhadap, Iptu Adenan Pandipu yang cuma mendapat sanksi teguran tertulis tersebut, setelah adanya pengaduan dariterdakwa, Zainal Abidin Nasution (45) petugas Jukir yang divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan dalam kasus pembunuhan Komisaris PT Sewangi Sejati Luhur Medan, Kesuma Wijaya ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumut.

"Sanksi yang diberikan sama pak Adenan yaitu hanya teguran secara tertulis,"terang, Kanit Pelayanan Pengaduan dan Penegak Disiplin (P3D) Polres Pelabuhan Belawan, Iptu R.Sitanggang saat ditanyai wartawan.

Disebutkannya, sidang kode etik disiplin itu sebelumnya telah digelar diaula Bhayangkara ‘Lumpuh Sitepu’ Polres Pelabuhan Belawan dipimpin olehWakil Kepala Polres Pelabuhan Belawan, Kompol Ihsan dengan dihadiri oleh, Iptu Adenan Pandibu."Dalam persidangan kode etik, Iptu Adenan dikenakan sanksi telah terbukti melanggar pasal 6 huruf (a) PP RI no 2/2003 jo Perkap no 7/2006 tentang pelanggaran disiplin dan profesi kepolisian," terangnya.

Sekedar mengingatkan, Zainal Abidin Nasution warga Jalan Pancing, Medan yangkeseharian bekerja sebagai juru parkir sebelumnya oleh polisi dijadikan tersangka palsu pembunuhan Komisaris PT Sewangi Sejati Luhur Medan, KusumaWijaya. Dalam penangkapan tersebut polisi menembak kakinya, Zainal agar mengakui sebagai pembunuh.

Akibat kurang profesionalnya petugas berwajib, Zainal mengalami gangguanfisik dan mental. Kedua kakinya jadi cacat karena proyektil peluru yang diarahkan, Brigadir Aulia bersarang di kakinya. Setelah proses penyidikan diduga juga diwarnai penyiksaan, BAP Zainal akhirnya tuntas diselesaikan aparat Polsekta Medan Kota, kemudian dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Begitu dinyatakan lengkap, Zainal pun kemudian diadili di PN Medan, ia didakwa melakukan pembunuhan terhadap, Kusuma Wijaya. Dalam prosesperjalanan persidangan diketuai majelis hakim, Suhartanto SH waktu itu akhirnya, Zainal divonis bebas oleh pengadilan karena tak terbukti melakukan pidana.*(DNA | R-04).*

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi